Mari kita mengkaji rantau lebih dalam bersama kami di Blog Ini. Tidak usah sungkan, rantau bisa kita taklukan jika kita bersama.

Bensin 15 Ribu per Liter

Tidak ada komentar

Gempa yang meluluhlantakkan Sumatra Barat ikut menghancurkan segala sendi kehidupan masyarakat. Bahkan untuk mendapatkan bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), warga harus rela antre sampai satu hari penuh.

Antrean kendaraan terlihat di seluruh SPBU yang ada di Kota Padang. Kondisi ini sudah terjadi sejak Rabu (30/9), sesaat setelah gempa terjadi, dan belum menunjukkan tanda perubahan sampai Jumat (2/10) kemarin.

Dedi, seorang pengendara mobil yang membutuhkan solar untuk kendaraannya, terpaksa harus rela sejak pukul 09.00 WIB di sebuah SPBU di Kota Padang. Dia baru mendapatkan solar sekitar pukul 15.00 WIB, setelah mengikuti antrean yang sangat panjang dan melelahkan.

Bukan cuma pengendara mobil, pengendara roda dua juga harus mengalami hal yang sama. Bahkan pengendara roda dua harus bersaing dengan pembeli dengan jerigen, yang datang memadati SPBU-SPBU yang ada di Kota Padang.

Untuk membeli bensin eceran, harus rela sakit hati karena harus mengeluarkan uang yang rasanya tidak wajar. Penjual bensin eceran di Padang saat ini mematok satu liter bensin dengan harga Rp 15.000.

Antrean panjang di SPBU tidak hanya terjadi pada siang hari, tapi terjadi selama 24 jam penuh. Tribun yang mencoba mencari bahan bakar ke SPBU-SPBU di Kota Padang sekitar pukul 03.00 dinihari, tetap menemukan antrean panjang yang tidak berbeda dengan siang hari.

Memang tidak terjadi kelangkaan bahan bakar di Padang dan daerah lain di Sumatra Barat yang terkena dampak gempa. Hanya saja, padatnya yang membeli dan banyaknya pembeli yang membawa jerigen, membuat usaha mendapatkan bahan bakar memerlukan usaha yang sangat keras.

Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi yang ditemui Jumat (2/10) mengatakan, tidak ada kelangkaan bahan bakar di Sumatra Barat. Menurutnya, sejak Kamis (1/10) pagi lalu, Pertamina sudah mengirimkan 4x20 ton bahan bakar ke Sumatra Barat.

"Jumlah itu masih bisa ditambah sesuai kebutuhan dan permintaan kita. Tujuannya supaya jangan sampai terjadi kelangkaan bahan bakar di Sumbar," ujar Gamawan.

Sehari sebelumnya, Menko Kesra Aburizal Bakri juga menyebutkan, semua kebutuhan dalam masa tanggap darurat, termasuk kebutuhan bahan bakar, menjadi prioritas dan akan segera dipenuhi pemerintah.

"Kita kerahkan semua kemampuan kita agar masa-masa sulit ini bisa segera cepat terlewati. Tidak ada korban gempa yang tidak terpenuhi kebutuhannya," ujar Aburizal saat itu.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar