Mari kita mengkaji rantau lebih dalam bersama kami di Blog Ini. Tidak usah sungkan, rantau bisa kita taklukan jika kita bersama.

Kisah Batik pada Satu Hari

Tidak ada komentar

Hari ini Jumat (2/10) United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan batik sebagai warisan budaya tak benda dunia. Bersanding dengan 75 warisan budaya dunia lainnya, batik dinilai sarat dengan teknik, simbol, dan budaya yang tidak lepas dari kehidupan masyarakat sejak lahir hingga meninggal.

Pengukuhan batik sebagai warisan dunia akan dilakukan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Di Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono direncanakan akan mendeklarasikannya malam nanti. Sebelumnya, Presiden menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mengenakan batik pada 2 Oktober secara serentak sebagai ungkapan sykur atas prestasi serta anugerah yang telah diraih oleh bangsa Indonesia.

Imbaun Presiden disambut antusias. Batik terlihat di segala penjuru kota. Di pusat-pusat keramaian ibu kota seperti terminal, stasiun, pusat perbelanjaan, pusat perkantoran maupun di dalam bus kota dan bus Trans Jakarta, terlihat warga yang mengenakan batik berwarna warni.

Di pusat perbelanjaan Blok M, misalnya, seluruh pegawai satu toko pakaian kompak mengenakan batik berwarna coklat hari ini. Ekay, salah satu pegawai mengungkapkan, seragam batik ini merupakan inisiatif para pegawai bukan perintah pihak manajemen. “Kemarin semua pegawai berunding, hari ini kompakan pakai batik. Kan kita warga Negara Indonesia, jadi menghargai budaya Indonesia,” katanya.

Batik tidak lagi menjadi simbol budaya Jawa. Ia telah menjadi milik masyarakat Indonesia. Batik memang memiliki ciri khas dan keunikan. Motif dan coraknya yang eksotis menjadi daya tarik tersendiri. Terlebih saat ini motif batik semakin beragam mulai dari yang bernuansa tradisional maupun yang modern.

Jadi, tidak hanya orang Jawa yang suka mengenakan batik. “Batik ciri khas Indonesia, coraknya macem-macem. Warna-warni, yang baru-baru saya suka. Kalau dulu kan coraknya begitu-begitu saja, sekarang banyak coraknya,” ujar Dian, seorang pengunjung di pusat perbelanjaan Blok M yang asli Padang. Ia mengaku memakai batik minimal sekali dalam seminggu.

Mereka tersenyum

Gegap gempita “berbatik ria” hari ini tak pelak berimbas menggembirakan kepada para pedagang batik. “Batik menyerbu Jakarta,” seru seorang pengunjung ketika memilih-milih batik yang dipamerkan di lantai dasar Blok M Square. Pameran ramai oleh peminat batik.

Sri, salah seorang penjual batik asli pekalongan tersenyum lebar. Omzetnya meningkat
sejak seminggu sebelum hari batik nasional 2 Oktober. "Penjualan naik 50 persen sejak seminggu kemarin, lebih lebih sejak dua hari kemarin. Puncaknya sih kemarin," ucap Sri.

Pada H-1 hari batik nasional sebagian besar pedagang batik d Blok M Square menutup tokonya lebih malam dari hari biasa. "Kita buka dari jam 9 pagi sampai jam 10 malam
karena pembeli masih banyak," tutur Sri.

Tak kurang dari 500 pembeli menyambangi toko Sri. "Saya minta stok lebih banyak 25 persen dari sebelumnya," kata dia.

Seperti Sri, senyum lebar juga tersungging di bibir Erida, penjual batik di tempat yang sama. “Penjualan naik 50 persen. Satu hari kemarin saya 300-an batik laku,” ujar Erida

Tidak ada komentar :

Posting Komentar