Mari kita mengkaji rantau lebih dalam bersama kami di Blog Ini. Tidak usah sungkan, rantau bisa kita taklukan jika kita bersama.

Gigabyte Booktop M1022 : Dwitunggal Netbook-Desktop

Tidak ada komentar

Setelah pertama kali diperkenalkan pada pameran teknologi terbesar di Eropa, (CeBIT) 2009, Gigabyte secara resmi merilis netbook yang disebut Booktop M1022. Oops, menyebut netbook mungkin tidak tepat karena Gigabyte merancang perangkat ini agar bisa berfungsi sebagai netbook sekaligus PC desktop. Itulah mengapa produk ini dinamakan Booktop, yaitu gabungan dari kata notebook dan desktop.

Konsep dasarnya seperti ini. Dalam kondisi standar, Booktop M1022 adalah sebuah netbook biasa. Namun Gigabyte juga menyertakan sebuah docking berisi port VGA, Ethernet, dan USB. Jika Booktop M1022 diletakkan di docking, lalu docking tersebut dihubungkan dengan monitor, keyboard, serta mouse, perangkat ini pun berubah fungsi menjadi PC desktop.
Proses pemasangan docking station sendiri tergolong mudah. Anda hanya perlu menempelkan netbook ke docking dalam keadaan tertutup dan posisi tegak. Di docking tersebut telah tersedia tombol power sendiri, jadi proses menyalakan dan mematikan netbook bisa dilakukan melalui docking.
Port penghubung antara netbook dan docking berada di sisi kiri, sehingga Gigabyte pun sengaja menempatkan sebagian besar port di sebelah kanan. Yang ada di sebelah kiri cuma VGA-Out, namun ini bukan masalah karena ketika terpasang di docking, kita bisa memanfaatkan VGA-Out di docking. Sedangkan di sisi kiri tersedia 3 port USB, Ethernet, dan Express Card. Port audio ditempatkan di sisi depan, sehingga lebih mudah diakses.
Kami juga menyukai touchpad­ netbook ini yang mendukung multi-touch. Maksudnya, Anda bisa melakukan melakukan kombinasi gerakan beberapa jari untuk melakukan tugas tertentu. Contoh, ketika menggeser touchpad dengan dua jari, layar akan tergulung (scroll) ke bawah. Jika mengetuk touchpad dengan tiga jari, sama saja dengan melakukan klik kanan. Semua gesture tersebut berfungsi dengan sempurna, sehingga terasa sangat membantu kami melakukan aktivitas.
Dari segi spesifikasi, Gigabyte sudah membenamkan Intel Atom N280 1,66 GHz dengan RAM DDR2-800 1 GB dan harddisk SATA berkapasitas 160GB. Kombinasi ini menghasilkan performa yang bagus seperti bisa Anda lihat di hasil pengujian. Sebagai sistem operasi, perangkat dengan bobot 1,37 kg ini menggunakan Windows XP Home Edition yang dibantu beberapa aplikasi menarik seperti Norton Internet Security 2009.
Sebagaimana netbook umumnya, pada seri ini Gigabyte menggunakan layar dengan resolusi sebesar 1024x600 pixel. Sementara dari sisi fasilitas, netbook ini terbilang komplit. Selain menyediakan koneksi nirkabel Wi-Fi dan Bluetooth, Gigabyte M1022 juga dilengkapi dengan modem HSDPA internal Huawei 3G yang sudah terpasang di balik baterai.
***
Konsep yang ditawarkan Gigabyte M1022 cukup menarik. Daripada membeli netbook dan PC desktop secara terpisah, mengapa tidak menggunakan produk yang bisa berfungsi seperti keduanya. Terbayang pula kepraktisannya: Anda bisa memasang netbook di docking ketika di rumah lalu tinggal menentengnya saat bepergian dengan seluruh data penting ada di dalamnya. Namun dengan harga US$ 570, harga perangkat ini tidaklah murah. Apalagi Anda masih harus keluar biaya untuk monitor, keyboard, dan mouse untuk mewujdukan konsep tersebut; itu pun dengan catatan Anda hanya akan mendapatkan PC desktop dengan performa sekelas Intel Atom satu inti. Jadi Gigabyte Booktop M1022 lebih cocok untuk mereka yang menginginkan produk hibrida yang praktis digunakan. (Alvino Octaviano – Kontributor)


Tidak ada komentar :

Posting Komentar