Mari kita mengkaji rantau lebih dalam bersama kami di Blog Ini. Tidak usah sungkan, rantau bisa kita taklukan jika kita bersama.

Kabupaten Agam

Tidak ada komentar

Kabupaten Agam adalah sebuah kabupaten yang terletak di di provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Ibu kotanya berada di Lubuk Basung. Di kabupaten ini terdapat Danau Maninjau yang terkenal. Kabupaten Agam memiliki wilayah seluas 2.232,30 km²; dan penduduknya berjumlah sekitar 500.000 jiwa. Bupati Kabupaten Agam adalah Aristo Munandar yang terpilih untuk kedua kalinya pada tahun 2005.

Kata "agam" diambil dari bahasa Aceh, yang berarti "laki-laki", hal ini menunjukkan bahwa suku Minangkabau masih memiliki ikatan sejarah dengan suku Aceh[rujukan?].

Namun menurut Tambo, Agam adalah salah satu dari Luhak Nan Tuo yakni Luhak Agam, Luhak Tanah Datar, Luhak 50 Koto. Nama Agam sendiri diambil dari tumbuhan mensiang Agam yang ditemukan di sekitar Luhak (sumur)

Terdapat 15 kecamatan di kabupaten ini. Kelima belas kecamatan tersebut dibagi lagi kepada 81 nagari. Kecamatan-kecamatan di Agam adalah:

1. IV Angkat Canduang
2. IV Koto
3. Ampek Nagari
4. Banuhampu
5. Baso
6. Candung
7. Kamang Magek
8. Lubuk Basung
9. Matur
10. Palembayan
11. Palupuh
12. Sungai Puar
13. Tanjung Mutiara
14. Tanjung Raya
15. Tilatang Kamang

Pariwisata Kabupaten Agam :

- Danau Maninjau


Danau Maninjau adalah sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam.

Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Menurut legenda di Ranah Minang, keberadaan Danau Maninjau berkaitan erat dengan kisah Bujang Sembilan.

Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau.

Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok. Di sekitar Danau Maninjau terdapat fasilitas wisata, seperti Hotel(Maninjau Indah Hotel, Pasir Panjang Permai) serta penginapan dan restoran.

- Gunung Singgalang



Gunung Singgalang merupakan sebuah gunung yang terdapat di provinsi Sumatera Barat, Indonesia dan mempunyai ketinggian 2,877 meter. Gunung Singgalang mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Dari bentuknya, gunung ini sangat mirip dengan Gunung Merbabu di Jawa Tengah. Gunung ini mempunyai telaga di puncaknya yang merupakan bekas kawah, Telaga itu dinamai Telaga Dewi. Singgalang sudah tidak aktif lagi dan hutannya sangat lembap karena kandungan air yang banyak.

- Masjid Raya Bayur (Maninjau)



Adalah salah satu masjid tua yang terletak di sekitar Danau Maninjau (Kecamatan Tanjung Raya), Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang dibangun pada awal abad ke-20. Lokasi masjid ini tidak begitu jauh dari jalan raya yang menghubungkan Lubuk Basung (ibukota Kabupaten Agam) dengan Kota Bukittinggi.

Melihat kondisi bangunan dan tumbuh leingkungan masjid tua dan belum terorganisasi dengan baik, pada awal tahun 2000 berusaha untuk merenovasi masyarakat lokal secara keseluruhan masjid.

Dilakukan termasuk renovasi perbaikan bangunan masjid-masjid dan lingkungan masjid pengaturan susunan ruang terbuka, parkir dan taman masjid. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk menciptakan lingkungan yang indah yang memberikan kenyamanan, ketenangan dan kesejukan bagi para tamu yang datang untuk mengunjungi masjid ini. Untuk keberhasilan renovasi, masyarakat terpaksa membongkar dua bangunan permanen adalah bangunan balerong (kantor pemerintahan Nagari Bayur) dan bangunan sekolah dasar (SD) yang kemudian pindah ke tempat lain.

Setelah direnovasi, bangunan masjid tampak cantik dengan perpaduan gaya arsitektur pagoda yang ada di Thailand dan gonjong khas bangunan rumah gadang masyarakat Minangkabau. Kombinasi dapat dilihat pada menara kecil yang terletak di empat sudut atap bangunan utama. Sementara struktur atap dirancang mengikuti pola bangunan rumah panggung bertingkat dengan atap yang juga tiga karakteristik Nusantara masjid di zaman kuno.

Di masjid terpampang ornamen yang menarik. Di dinding masjid, misalnya, dilapisi dengan papan berukir yang dicat dengan komposisi warna gelap. Begitu juga dengan dukungan pilar-pilar masjid. Tiang terbuat dari dinding dihiasi dengan warna lembut dinding mesjid.

Di depan masjid atau tempat untuk menginjakkan kaki ke dalam area masjid, terdapat air mancur yang mengalir tanpa henti. Sementara itu, di bagian belakang ruangan masjid terdapat kolam ikan besar dengan pengaturan yang baik. Di sisi kiri dan kanan kolam ikan adalah wudhu bagi pengunjung yang ingin melakukan layanan doa.

Di sebelah utara lingkungan masjid memiliki sekolah asrama tua yang selalu siap masjid ini dengan berbagai kegiatan keagamaan. Setiap hari masjid ini selalu digunakan untuk kegiatan belajar siswa, seperti belajar ceramah, khotbah dan doa prosedur tubuh. Kehadiran mahasiswa ini membantu meramaikan masjid ini sebagai pusat pengembangan Islam di Kenagarian Bayur.

Pesona lain yang dapat dinikmati di sekitar masjid ini adalah hamparan indah pemandangan panorama Danau Maninjau. Saat berkunjung ke Masjid Raya Bayur, para pengunjung bisa juga mengambil melihat dari dekat keindahan Danau Maninjau atau menyaksikan aktivitas para nelayan kali pagi dan sore. Para nelayan biasanya menangkap ikan atau mencari pensi (kerang air tawar) dengan memasang beberapa perangkap, seperti jaring ikan dan jaring. Selain itu, wisatawan dapat juga melihat dari dekat para nelayan yang membesarkan ikan di karamba.

Masjid Sultan yang terletak di Kenagarian Bayur Bayur, Tanjung Raya kabupaten, Kabupaten Agam, Prvinsi Sumatera Barat, Indonesia.

Dan MAsiih Banyak Objek wisata lainya yang terdapat di KAbupaten Agam Sumatera Barat...





Visit Sumatera Barat 2010....

Tidak ada komentar :

Posting Komentar