Mari kita mengkaji rantau lebih dalam bersama kami di Blog Ini. Tidak usah sungkan, rantau bisa kita taklukan jika kita bersama.

Keita Balde, Bomber Senegal yang Ternyata Cukup Bengal

Tidak ada komentar
Nama Keita Balde tengah menjadi nama yang cukup hangat diperbincangkan di tanah Italia beberapa hari terakhir ini. Pemain asal Senegal tersebut mencatatkan hattrick pertamanya untuk Lazio pada pertandingan akhir pekan lalu melawan Palermo. Trigol yang ia cetak itupun cukup spesial. Dengan hanya ada total lima menit dari gol pertama hingga gol ketiga, Keita sudah menyamai raihan mantan pemain Juventus, Pietro Anastasi, yang mencatatkan hal serupa 42 tahun silam--ironisnya, pada pertandingan melawan Lazio.

Tiga gol itupun membuat Keita kini sudah mencatatkan 11 gol musim ini. Jumlah itu sudah lebih banyak dari total golnya pada tiga tahun sebelumnya bersama Lazio. Iapun kini berhasil mencuri perhatian publik. Tentu ini adalah sebuah kabar yang baik bagi Presiden Lazio, Claudio Lotito. Dengan kegemarannya untuk menjual pemain dengan harga tinggi dan kerap menolak permintaan gaji pemain yang terlalu tinggi, Keita pun bisa menjadi nama berikutnya yang dilego Lotito dari Olimpico.

Kontrak Keita besama Lazio sendiri akan berakhir pada 2018 mendatang. Dengan direktur olahraga Igli Tare yang tidak memperlihatkan sama sekali bahwa ada diskusi dengan sang pemain mengenai kontraknya, tentu musim panas mendatang peluang Keita untuk dijual akan sangat terbuka. Lotito sendiri dikabarkan siap mendengarkan tawaran bagi Keita dengan nominal tidak kurang dari 30 juta euro. Dengan penampilannya yang cukup apik musim ini, tentu label tersebut bisa dibilang cukup logis.

Sebenarnya, Keita sendiri bisa dibilang cukup beruntung masih bisa berseragam Lazio. Hubungannya dengan mantan pelatih Aquile seperti Vladimir Petkovic dan Edy Reja jauh dari kata harmonis. Namun, puncaknya adalah ketika Stefano Pioli mengambil alih kepelatihan Lazio. Karena kurangnya usaha Keita dalam membantu pertahanan timnya, Pioli pun sangat jarang memainkan pemain asal Senegal tersebut. Ketika ia menuntut untuk dijual--bahkan hingga mengatakan itu pada Lotito--penampilan Keita justru perlahan membaik. Namun, lagi-lagi masalah kembali datang padanya.

Musim panas lalu, Keita lagi-lagi meminta untuk dijual, dan ia bahkan sempat absen pada pramusim Lazio sertak mengklaim dirinya mengalami cedera pada pertandingan pertama Lazio di Serie A meskipun tim medis mengatakan hal yang berbeda. Pelatih Lazio musim ini, Simone Inzaghi, pun sempat mempertanyakan komitmen Keita pada klub. Lazio sendiri menolak untuk menuruti keinginan Keita karena dengan cara seperti itu bukanlah hal yang baik untuk menjual pemain.

Sebenarnya, ini adalah semacam siklus pada karir Keita. Ketika ia pergi dari La Masia, yang menjadi masalah adalah sikapnya bukan penampilan. Akibat satu tindakan dengan niat mengerjai rekan setimnya, Keita pun dikirim untuk bermain sebagai pinjaman di klub lain. Ketika Barcelona ingin menggunakan jasanya di tim utama, Keita menolak dan memilih untuk pindah klub. Kini, hal yang sama pun kembali ia tunjukkan di Lazio--dimana nampaknya belum ada pendewasaan dirinya dari 2013 silam.

Secara talenta, Keita adalah calon-calon pemain yang akan diperebutkan pada bursa transfer. Bahkan, tidak menutup kemungkinan klub-klub besar akan seperti berada pada sesi lelang untuk sang pemain. Namun, yang tetap harus dipikirkan adalah efek keberadaan Keita di klub barunya kelak. Tentu, tidak ada pelatih atau pemilik klub yang memiliki pemain se-arogan dan memiliki ego tinggi layaknya Keita dan beresiko memecah belah tim yang sudah dibangun.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar