Mari kita mengkaji rantau lebih dalam bersama kami di Blog Ini. Tidak usah sungkan, rantau bisa kita taklukan jika kita bersama.

Cara Lain Menikmati Keindahan Bromo

Tidak ada komentar


Bromo, siapa yang tidak kenal dengan gunung satu ini, Gunung Bromo merupakan salah satu tujuan wisata terkemuka dan terkenal tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dunia. Gunung yang berada di Provinsi Jawa Timur, Gunung Bromo merupakan gunung berapi aktif yang berada sendiri berada di perbatasan kabupaten Lumajang, Malang, Pasuruan dan Probolinggo. memang secara fisik gunung ini tidaklah sebesar gunung - gunung lain di Jawa Timur, seperti gunung Semeru, gunung Argopuro, gunung Arjuno dan gunung - gunung lainya.
Gunung Bromo yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ( TNBTS) Gunung yang mempunyai ketinggian 2392 mdpl memang sangat mempesona bagi siapa saja yang datang untuk mengunjunginya, pengunjung bisa melihat salah satu pemandangan matahari terbit terindah di dunia. Tapi, bila Anda hanya berpikir di Gunung Bromo hanya ada matahari terbit saja, maka Anda salah besar. Bromo menyimpan berbagai keindahan dan keseruan yang mungkin tidak bisa Anda dapatkan di tempat lainnya. Oleh karena itu, Bromo bisa menjadi salah satu pilihan destinasi wisata Anda.

Perjalan ini Bermula diakhir bulan September 2015, dari rencana liburan dengan seorang sahabat yang kebetulan sama sama bekerja di tanah Borneo, namun berbeda provinsi, dan kebetulan jadwal libur saat itu juga bersamaan mulailah menyusun rencana untuk berangkat ke Bromo. 

Bermodalkan sebuah nomor tour & travel yang diperoleh dari seorang teman, sayapun mulai mencari informasi mengenai cara, biaya dan semua hal tentang gunung yang satu ini, 

Untuk mengunjunginya beragam tempat wisata di Gunung ini, membutuhkan kendaraan tipe 4 wd yaitu land cruiser, hartop atau jeep toyota. Ya kebanyakan wisatawan menggunakan kendaraan roda 4. 

Setelah bertanya-tanya kepada Mas Diki dari Gudang Peta Adventure, Jika Hanya 2 orang menggunakan Jeep, dirasa kurang ekonomis, banyak pilihan ditawarkan, mulai dengan sharing Jeep dengan pengunjung lain, atau mengikuti paket yang mereka sediakan yang jadwal nya belum tentu cocok dengan jadwal libur yang kami punya, hingga akhirnya disarankan menggunakan motor trail, Harga sewa untuk 1 motor Rp.250.000 (harga 2015). Jika 1 motor digunakan untuk 2 orang menjadi Rp.300.000 harga belum termasuk bahan bakar, cukup dengan Rp.50.000 untuk bahan bakar, motor sudah bisa digunakan 24 Jam berangkat dari malang ke kawasan bromo (pp). jika dilihat dari harga sangat jauh ekonomis dibanding menggunakan jeep. 1 Mobil Jeep mungkin berkisar 2-3 Juta, ya kalau dengan rombongan mungkin bisa digunakan.

Pada hari yang sudah disepakati, yaitu tanggal 28 September 2015 meeting point yaitu di Bandara Ir. Juanda di Surabaya, kenapa memilih bandara ini, tidak lain dan tidak bukan karena saya munggunakan penerbangan pertama dari bandara Sepinggan Balikpapan sedangkan sahabat saya berangkat dari Syamsudin Noor Banjarmasin. Setelah berkumpul di meeting point, terlebih dahulu kami mengunjungi salah satu rekan sewaktu masih berseragam putih abu-abu, yang sekarang sudah sukses menjadi dosen di salah satu PTN di Surabaya, setelah bertemu dan dijamu beberapa makanan, kami pun menyampaikan maksud datang ke Jawa Timur dan mengajak beliau ikut bergabung diperjalanan kami, namun dengan padatnya kesibukan beliau, kami pun melanjutkan perjalan menuju Terminal Bus Purabaya menuju Kota Malang sesuai dengan arahan pak dosen.

Perjalanan dari Surabaya menuju Malang menggunakan Bus membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 Jam. Setelah sampai diterminal Arjosari Malang, kamipun langsung menghubungi Mas Diki yang mengatakan akan menjemput ke Terminal, dan kami melanjutkan ke Homebasenya Gudang Peta Adventure yang berada tidak jauh dari Stasiun kereta Api Malang, dan disana kami istirahat sejenak, setelah rasa penat dan lapar mulai berkurang bersiap-siap dan membereskan beberapa administrasi dan melihat beberapa motor yang ada.

Tunggangan Yang Siap Menemani
Disini tidak hanya wisatawan dalam negeri yang berkunjung, ada juga beberapa wisataan mancanegara, namun mungkin dengan destinasi berbeda dari yang kami pilih.
Wisatawan Luar Negeri Yang Ikut Men-Explore Indonesia
Berikut beberapa jalur menuju bromo
Untuk dapat sampai dan menikmati keindahan gunung Bromo wisatawan dapat memilih beberapa jalur transportasi yang ada. kawasan wisata ini memang sangat mudah untuk dijangkau, apabila Anda berasal dari luar Jawa Timur, Anda bisa transit dulu di Surabaya bisa di Bandara atau Stasiun Kereta Api. kemudian Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju rute atau jalur dibawah ini. adapun jalur yang bisa dilewati untuk ke gunung Bromo adalah sebagai berikut :

1. Jalur dari Kabupaten Lumajang
Apabila Anda melewati jalur dari kabupaten Lumajang, Anda bisa menempuhnya perjalanan dari kota Lumajang menuju kecamatan senduro, dari sini Anda bisa meneruskan perjalanan menuju desa Ranu Pane, dan kemudian melewati bukit menuju ke kawasan wisata Bromo lewat kawasan Jemplang. apabila sampai di Jemplang Anda sudah bisa melihat pemandangan gunung Bromo dari kejauhan.

2. Jalur dari Malang
Untuk jalur yang melawati Malang, Anda bisa menempuh perjalanan dari kota Malang menuju ke kecamatan Tumpang - Kab. Malang, dari sini perjalanan Anda akan diteruskan ke desa Bulak Klakah, dan akan bertemu dengan jalur yang melewati Lumajang, yaitu kawasan Jemplang dan kemudian dilanjutkan melewati padang savana gunung Bromo

3. Jalur dari Pasuruan
Jalur Pasuruan adalah jalur ketiga yang bisa dilalui apabila Anda akan mengunjungi gunung Bromo, Perjalanan Anda bisa dimulai dari kota Pasuruan menuju ke kecamatan Wonorejo, dari sini Anda dapat melanjutkan ke kecamatan Warung Dowo dan kemudian ke kecamatan Tosari, dari kecamatan Tosari, Anda terus menuju ke desa Wonokitri. kemudian dilanjutkan ke Penanjakan Gunung Bromo

4. Jalur dari Probolinggo
Jalur Probolinggo sendiri merupakan jalur utama ke kawasan Tempat Wisata di Jawa Timur ini, jalur ini merupakan jalur favorit para wisatawan, Anda akan bisa menikmati keindahan alam selama perjalanan ke gunung Bromo. apabila Anda memilih untuk melewati jalur Probolinggo, dari Surabaya perjalanan Anda akan diteruskan ke kabupaten Pasuruan, menyusuri jalan pantura kemudian masuk kabupaten Probolinggo. kemudia Anda akan menemukan pertigaan kecamatan Tongas dan dilanjutkan menuju kecamatan Lumbang, bagi anda yang masih mempunyai waktu serta ingin mengunjugi tempat wisata lain, disini Anda bisa mampir ke tempat wisata Air Terjun Madakaipura.
Setelah sampai di kecamatan Lumbang, perjalanan Anda diteruskan menuju kecamatan Sukapura kemudian mengikuti jalan menuju ke desa Cemoro Lawang dan disinilah pintu utama untuk masuk ke kawasan gunung Bromo.

Karena ingin merasakan perjalanan yang tidak seperti kebanyakan orang penulis memilih jalur tidak menjadi jalur favorit pengunjung. Kalau tidak salah, saya dan rekan menggunakan jalur dari Malang menuju Pakis- menuju Nongkojajar dan kemudian ke kecamatan Tosari, dari kecamatan Tosari, dilanjutkan menuju ke desa Wonokitri. kemudian dilanjutkan ke Penanjakan Gunung Bromo.
Perjalanan dari Malang menuju desa terakhir Wonokitri, kami berhenti sebanyak 2 kali, yang pertama di Nongkojajar membeli segelas kopi untuk menghangatkan badan.
Pos Pemberhentian Pertama
Setelah waktu menunjukan jam 10 malam, kamipun melanjutkan perjalanan kembali, karena khawatir hanya kami saja yang melakukan perjalanan di jalur tersebut, jadi kami berangkat lebih awal, cuaca menuju desa Wonokitri terasa cukup dingin, selain karena menggunakan sepeda motor, perlengkapan yang dibawa juga seadanya, hanya jaket, terlalu banyak yang kurang. Kurang lebih jam 12 malam kamipun sampai di desa Wonokitri, di desa terakhir ini lah kami istirahat karena berdasarkan informasi masyarakat setempat waktu terbaik menuju Penanjakan sekitar jam 3 atau 3.30 pagi.
Di desa ini juga disediakan beberapa penginapan bagi yang hendak menginap, karena suhu udaranya lebih dingin, kami melengkapi diri dengan sarung tangan, kupluk, sembari menungku waktu, kamipun bergabung dengan pemuda setempat diperapian dan ditemani segelas kopi hangat. Semakin mendekati jam 3 dinihari, makin banyak juga pengunjung yang berdatangan, baik yang menggunakan roda 2 maupun kendaraan roda 4.
Tepat jam 3 perjalanan dilanjutkan menuju Penanjakan untuk mendapatkan view Sunrise. Dan kali ini perjalanan terasa lebih dingin dari sebelumnya, walaupun sudah mengguakan sarung tangan, jaket, celana panjang, topi kupluk helm, namun dinginnya masih sangat terasa. Perlu diketahui Penanjakan adalah sebuah tempat tertinggi di kawasan Taman Nasional Bromo. Merupakan lokasi untuk melihat keindahan matahari terbit atau view point sunrise. Terletak di sebelah barat  dari pegunungan tengger. Selain Penanjakan Ada beberapa tempat view point yang bisa Anda kunjungi yaitu Seruni Point, Bukit Cinta, Bukit Kingkong dan Puncak B29 Bromo.
Setelah sampai dipuncak Penanjakan kami langsung mencari posisi untuk mendapatkan view terbaik.
Tampilan Sunrise dengan Banyaknya Pengunjung

view Sunrice
Tampilan Sunrice 
View Sunrice

Bromo, Keindahan yang Menakjubkan
Satu hal yang patut disyukuri dalam perjalanan kali ini, saya bersyukur bisa membawa tukang foto (bukan fotografer) yang oke punya hahahaha.
Setelah menikmati view sunrise dan mengabadikan beberapa moment, beberapa pengunjung sudah mulai beranjak meninggalkan Penanjakan menuju kawasan pasir berbisik, tidak mau ketinggalan kamipun mulai melanjutkan perjalanan. Setelah sampai di penghujung jalan yang diaspal atau semen, kamipun sudah dihadapakan dengan jalanan pasir. Untungnya kami menggunakan motor trail, jadi tidak masalah mau medan nya seperti apa.


*tukang foto juga dimasukin, biar tambah rajin ntar ngambil fotonya
Kami berhenti di area sebelum menuju kawah gunung bromo untuk sekedar mencari makan, Makanan yang ada di sini kurang lebih beberapa mie instan yang tidak perlu lagi disebukan namanya, tidak jauh dari warung warung yang menjual makanan, di sana sudah banyak yang menawarkan penyewaan kuda. Untuk harga sewanya saya sendiri tidak mengetahui dan juga tidak ingin mencari tahu, dikarena saya menggunakan sepeda motor
 
*kuda kuda yang disewakan untuk mengantar pengunjung menuju ke kawah bromo
Setelah perut dirasa cukup terisi, kami melanjutkan perjalanan ke spot selanjutnya yaitu kawah Bromo, Kawah Gunung Bromo merupakan destinasi kedua yang biasanya dikunjungi oleh wisatawan yang ke gunung Bromo, kawah yang memiliki garis tengah 800 meter sangatlah unik, setelah kami memarkirkan motor di Pura Luhur Poten, kami lanjutkan dengan berjalan kaki dan kemudian dilanjutkan dengan menaiki tangga dengan anak tangga berjumlah 250. pemandangan dipuncak kawah Bromo memang sangat elok, dengan dihiasai pemandangan pegunungan tengger dan gunung Batok yang membentuk garis - garis terjal yang ada disamping kawah gunung Bromo.

View Kawah Bromo

*Saatnya Tukang Foto yang difoto.

*Jalan Turun dari Kawah
Setelah turun dari kawan bromo, destinasi selanjutnya yang kami kunjungi yaitu Lautan Pasir ( Pasir Berbisik ). Konon awal mula dari pasir berbisik ini adalah tempat di mana lautan pasir yang memiliki suara desisan angin yang khas saat ada terpaan angin. Dari sinilah masarakat sekitar atau wisatawan menyebut tempat ini dengan Pasir Berbisik. Pasir berbisik atau Lautan Pasir ini tidak dimiliki oleh gunung berapi manapun kecuali hanya satu yaitu Gunung Bromo. Pemandangan yang mempesona di Gunung Bromo ini selain bisa melihat hamparan lautan pasir juga terselip pemandangan lereng-lereng kalendra sebagai pembatas lautan pasir dengan hutan gunung bromo sebagai pelengkap keindahan di mata.

Tempat yang satu ini juga merupakan tempat favorit bagi wisatawan yang mengunjungi gunung Bromo, hamparan pasir yang terbentang luas membentuk lukisan garis - garis yang elok. Anda akan bisa merasakan suara bisikan apabila mendekatkan telinga Anda ke dekat pasir (hal yang satu ini tidak saya lakukan) karena saya punya cara sendiri menikmati hamparan pasir dengan menggunakan motor trail yang saya kendarai.
Spot yang juga tidak lupa kami kunjungi Padang Rumput Savana Bromo,sebuah tempat yang terletak di selatan timur Gunung Bromo, terletak pada sebuah lembah hijau yang di kelilingi tebing-tebing menjulang tinggi dan beberapa punggungan gunung gunungkecil. Padang Rumput Bromo ini sangat luas yang sangat luas, jika anda datang ke Savana anda akan merasakan seolah-olah tidak berada di Gunung Bromo.  Namun sangat disayangkan, sewaktu kami disini rumputnya sudah menguning, mungkin pengaruh musim kemarau.
Satu hal yang cukup menyulitkan untuk berkendara di lautan pasir bromon kita harus berkendara dengan kecepatan yang stabil. Sebaiknya tidak menggunakan sepeda motor lain selain motor trail, karena akan menyulitkan untuk mengelilingi seluruh kawasan wisata di sini. Satu keuntungan menggunakan motor, kita bisa bebas mengatur waktu di setiap spot yang ada, beda halnya dengan menggunakan jeep, karena kita harus mengikuti rombongan atau Guide yang ada.
Setelah puas mengelilingi semua spot kamipun memutuskan untuk melanjutkan perjalan kembali dengan jalur yang sama menuju Malang.

Untuk menikmati keindahan gunung Bromo memang butuh persiapan sebelumnya, agar nantinya wisata Anda dapat berjalan menyenangkan. Adapun tips untuk berwisata ke Gunung Bromo adalah sebagai berikut :

1. Pilih Waktu Yang Tepat
Mengunjungi tempat wisata di Jawa Timur yang satu ini membutuhkan ketepatan waktu dan sesuaikan dengan rencana Anda, apabila Anda mengunjungi Bromo pada waktu musim kemarau, Anda dapat menyaksikan matahari terbit dengan sangat sempurna, tetapi kondisi pemandangan dari padang savana yang kurang begitu bagus, hal ini disebabkan rumput - rumput di padang savana yang mengering. Dan apabila Anda berkunjung pada musim penghujan, Anda akan kehilangan pemandangan Sunrise terbaik, tetapi keindahan padang savana yang menghijau akan dapat Anda nikmati dengan sempurna. jadi Anda dapat memprioritaskan kondisi yang bagaimana yang Anda inginkan untuk berwisata ke gunung Bromo.

2. Jagalah Kondisi Fisik
Kondisi fisik juga harus dipersiapkan dengan baik, hal ini dikarenakan suhu cuaca di gunung Bromo yang sangat dingin, jangan sampai pada saat Anda sedang asik berwisata di Bromo, kondisi fisik Anda menurun, sehingga dapat mengurangi keceriaan Anda menikmati keindahan Bromo.

3. Persiapkan Perlengkapan Pribadi
Sebelum Anda berangkat berwisata ke tempat wisata di Jawa Timur ini, ada baiknya Anda mempersiapkan perlengkapan - perlengkapan pribadi seperti jaket, kaos tangan, kaos kaki dan masker, topi kupluk. tetapi bagi anda yang tidak sempat menyiapkanya, didaerah desa terkahir sebelum ke Bromo banyak sekali penjual dan penyewaan perlengkapan - perlengkapan yang disebutkan. Dan jangan lupa juga untuk menyiapkan perlengkapan pendukung seperti makanan ringan, kamera atau video shooting tripot dan juga tukang fotonya.

Adapun perkiraan biaya selama perjalanan:
     1.   Bus Surabaya-Malang  : 25K-30K (bisa juga menggunakan kereta api ekonomi).
     2.   Sewa Motor Trail         :300 K (harga tahun 2015).
     3.  Bahan bakar motor      : 50 K
     4.  Perlengkapan               : 50 K (topi kupluk dan sarung tangan
   Total                             :± 450 K.
*biaya belum termasuk makan, ngopi dan teman temannya. Hal ini sengaja tidak dicantumkan, karena perbedaan selera.

Special thank to:
  • ·         Mas Diki dari Gudang Peta Adventure. Untuk motor dan panduan jalannya.
  • ·         Tukang Foto yang tidak mau disebutkan namanya, takut dikira riya.


Sekian,
Bromo, September 2015
Abrar Analdi

Follow Me : 




Tidak ada komentar :

Posting Komentar