Mari kita mengkaji rantau lebih dalam bersama kami di Blog Ini. Tidak usah sungkan, rantau bisa kita taklukan jika kita bersama.

Gunung Mahawu : Gunung Abu yang Cantik di Utara Sulawesi

Tidak ada komentar

Sebagai perantau, kita bisa banyak menempuh perjalanan, dari Laut ke Gunung atau sebaliknya dari Gunung ke Laut, inilah salah satu hikmah yang saya rasakan ketika merantau, saat berkesempatan mengunjungi Provinsi Sulawesi Utara, banyak tempat dan alternatif pilihan untuk sekedar berlibur atau berkumpul dengan rekan rekan kerja, salah satu pilihan yaitu kawasan pegunungan.
 


Provinsi Sulawesi Utara dikenal memiliki beberapa gunung api. Sebut saja Gunung Api Lokon di Kota Tomohon yang super aktif. Lalu ada Gunung Api Soputan di Minahasa Selatan, Gunung Api Karangetang, Gunung Api Awu.
Di Tomohon sendiri selain Soputan sebenarnya masih ada satu lagi gunung api, yakni Mahawu. Berbeda dengan Lokon yang terus meletus itu, Mahawu relatif aman bahkan dikategorikan gunung api non aktif.
Gunung Mahawu adalah salah-satu gunung yang mengapit Kota Tomohon, dan disisi lainnya adalah Gunung Lokon. Sebagai Obyek Wisata Alam di Sulawesi Utara memiliki lebar 180 m dan kedalaman kawah 140.
Kawah Mahawu Puncak Gunung Mahawu (1.311 m dpl), Tomohon, Sulawesi Utara memang tak setinggi Gunung Lokon (1.580 m dpl) dan tidak setinggi gunung-gunung lain yang tersebar di Nusantara. Kawah ini memiliki sejarah letusan. Mahawu ini pertama kali meletus pada tahun 1789. Letusan kembali terjadi pada 1977, 1994 dan 1999. Letusan terakhir inilah yang membuat air kawah yang berwarna hijau belerang lenyap seketika. Meski demikian, bau belerangnya masih tercium bersamaan dengan tiupan angin.
Apa yang menarik dari Gunung Mahawu adalah karena puncaknya yang mudah untuk dijangkau. Kendaraan roda empat pun sudah bisa sampai ke dekat puncak. Ini karena pemerintah Kota Tomohon telah membuat jalan akses yang bagus ke Mahawu. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah memberi perhatian kepada pariwisatanya.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bagaimana Ke Mahawu
Mari kita ulas bagaimana cara menuju objek wisata yang satu ini, jika kita berkendara dari kota Manado, butuh berkendara sekitar 75 menit hingga ke lokasi atau sekitar sekitar 30 menit dari Kota Tomohon, selanjutnya menuju ke terminal / pasar Tomohon. Dari Pasar / Terminal Tomohon itu, mobil kami  menuju ke arah Agro Wisata Rurukan dan lalu menyusuri jalan aspal ke Gunung Mahawu tak kurang dari 15 menit.
jika kita menggunakan angkutan umum, bisa dimulai dari terminal Malalayang Manado, dengan menaiki angkutan jurusan Tomohon, Setelah turun di terminal, kita bisa menggunakan ojek yang tersedia ke puncak Mahawu.
Fasilitas jalan sudah sangat bagus. Namun masih minim rambu-rambu dan penunjuk arah menuju lokasi objek wisata ini, saat saya berkunjung dengan rekan-rekan dikala liburan ke daerah ini, kamipun beberapa kali bertanya ke masyarakat sekitar, Seperti kata pepatah, malu bertanya jalan-jalan” hehehehe. Sedikit ada cerita nyasar-nyasar, tidak masalah dengan nyasar, karena terobati dengan pemandangan yang cukup menarik.
Saat perjalanan menuju Gunung Mahawu pengunjung akan disuguhi pemandangan perkebunan yang tidak kalah indahnya. Warna hijau sayur mayur berpadu dengan warna cokelat tanah yang subur menjadi sebuah kombinasi keindahan yang menakjubkan. Serta aktivitas warga yang sedang bercocok tanam. Pemandangan ini juga indah untuk sekedar mengambil beberapa foto. Memasuki kawasan gunung Mahawu, trek menanjak akan ditemui. Hingga tiba di pos penjagaan.
Saat sampai di pos ini, pengunjung harus mengisi buku tamu, untuk memasuki daerah ini, sebenarnya tidak dipungut biaya, hanya semacam sumbangan sukarela pengunjung, tidak ditetapkan tarifnya karena namanya sukarela dan dimaksudkan pengunjung juga berkontribusi untuk konservasi alam.
 Untuk ke sini, disarankan untuk membawa makanan dan minuman sendiri. Karena tak ada yang jualan. Pengunjung yang berniat kesini juga harus jeli melihat cuaca, karena jika mendung, keindahan gunung Mahawu ini akan berkurang.
Saat kami tiba, Terdapat area parkir yang cukup luas di lokasi Pos Penjagaan. dan setelah parkir, kami tidak langsung naik. Karena di sana kita akan melihat Sign nama Mahawu, disini bisa menjadi salah satu spot untuk mengabadikan moment saat ke Mahawu.

Salah Satu Spot Terfavorit di Mahawu

Di area parkir tersebut ada tiga rumah panggung didirikan. Salah satunya dipakai oleh Polisi Kehutanan untuk pos jaga dan pemantauan. Sedangkan rumah panggung lain menurut informasi dari petugas yang berjaga disediakan untuk mereka yang ingin berburu sunrise dan harus datang menginap di situ.
Karena termasuk dalam kategori gunung tidak aktif dan relatif aman untuk kegiatan trekking atau wisata puncak Gunung. Kondisi aman ini memotivasi Pemkot untuk membuat anak tangga berplester semen dari area parkir menuju puncak. Tak hanya anak tangga yang dibangun oleh Pemkot untuk melengkapi fasilitas wisata alam gunung itu. Pengunjung juga dimanjakan dengan pagar besi di tengah anak tangga itu untuk pegangan tangan dikala tidak kuat berjalan ke atas.


Pintu Masuk Gunung Mahawu
 Untuk mencapai puncak dari lokasi parkir, telah disediakan tangga beton lengkap dengan penganggan di tengahnya. Ada sekitar kurang lebih 150-an anak tangga yang akan dilewati hingga ke puncak. Hanya perlu mendaki selama sepuluh menit, kawah gunung Mahawu sudah bisa dicapai, ini juga tergantung kondisi fisik masing-masing pengunjung.
Tangga Menuju Kawah Mahawu
 Sampai di puncak sebuah bangunan dua lantai menanti. Tidak besar, tetapi cukuplah menjadi tempat yang memadai untuk menikmati pemandangan di puncak Mahawu, serta sebagai kawasan foto-foto pastinya. Berada di puncak ini, serasa telah menaklukkan sebagian Sulawesi Utara.
Betapa indah, dari teras tersebut, kita dengan sangat leluasa dapat melihat kawah gunung api Mahawu yang mempunyai ukuran kedalaman sekitar 140 meter dengan diameter sekitar 180 meter. Kalau kita berkunjung pada waktu yang tepat, katanya dari teras bangunan itu juga, kita dengan sangat jelas bisa melihat puncak dan kawah Gunung Api Lokon. Sementara di kejauhan akan nampak Pulau Manado Tua dan pulau-pulau di sekitarnya seolah terapung di laut Sulawesi yang sangat luas.
Namun sayang saat kami berkunjung, karena waktu sudah sore pemandangan tersebut sudah tertutup kabut, sehingga kami tidak bisa melihat secara jelas. Dari puncak Mahawu ini juga, jika cuaca bersahabat kita juga bisa menyaksikan matahari terbit dan matahari terbenam dengan indahnya.
Sesampai di puncak, godaan untuk turun ke kawah begitu kuat. Namun pengelola yang adalah polisi hutan Tomohon tak memperbolehkan wisatawan untuk turun ke bawah. Namun ada hal lain yang bisa dilakukan bagi yang punya waktu lebih juga bisa mencoba menyusuri jalan setapak keliling yang mengitari kawah Mahawu. Berdasarkan informasi butuh waktu sekitar 45 menit hingga satu jam untuk mengitari kawah tersebut. Untuk mengelilingi bibir kawah ini, jalan setapak telah dibeton. Sehingga tak sulit bagi wisatawan untuk menempuhnya. Hanya saja, wisatawan harus menerobos alang-alang yang tinggi untuk bisa membelah lintasan ini.
Jika anda memang tertarik untuk datang ke puncak Mahawu, jangan lupa membawa jaket, di sini udaranya cukup dingin, karena Mahawu berada diketinggian 1.311 meter di atas permukaan laut.



Berfoto di kawasan Kawah Mahawu



Sekian
Mahawu
Sulawesi Utara, September 2016
Abrar Analdi
 

Follow Me : 


Tidak ada komentar :

Posting Komentar