Mari kita mengkaji rantau lebih dalam bersama kami di Blog Ini. Tidak usah sungkan, rantau bisa kita taklukan jika kita bersama.

Raja Ampat, "Surga Bawah Laut Dunia"

Tidak ada komentar


Sebuah Destinasi yang mungkin sudah tidak asing lagi kita dengar dalam 1 dekade terakhir, ya memang Raja Ampat menjadi sebuah angan-angan kebanyakan orang untuk bisa menikmati pesona alamnya. Baik pesona pantai, budaya masyarakat, bahkan bawah lautnya. Mungkin untuk saat ini masih merupakan bawah laut terbaik negri ini.
Berkunjung ke sana pun dahulunya memang hanya menjadi sebuah mimpi, ketika penulis masih berada di belahan barat Indonesia, namun hal ini akhir nya bisa terpenuhi di Agustus 2016 lalu, dimulai saat dipindah tugaskan ke tanah Halmahera Utara Prov Maluku Utara, dan di pertemukan dengan teman-teman kerja yang punya hobby yang sama. “So, Never stop dreaming”.

Planning pun dibuat, dan setelah ditemukan jadwal yang cocok satu dengan yang lain kami pun berangkat dengan sedikit modal nekad karna tidak mengetahui seperti apa karakteristik daerah yang akan dikunjungi.
Titik berkumpul kami sepakati di kota Manado, sembari menunggu rekan-rekan dari ternate menggunakan pesawat dari ternate ke Manado (dengan harga tiket 360 rb- 671 rb tergantung mau pilih maskapai apa yang mau digunakan).

*titik pertemuan di bandara SAM Ratulangi Manado
Pada hari dan tanggal yang sudah disepakati 26 Agustus 2016 kami berangkat dari bandara Sam Ratulangi Manado menggunakan Penerbangan Comersil menggunakan Pesawat jenis ATR. Penerbangan dari Manado dengan tujuan Kota Sorong ditempung kurang lebih 1 jam 30 Menit dengan harga tiket berkisar antara 700 rb – 900 rb. (cukup mahal kalau dibayar dengan uang sendiri hahaha, untungnya perjalanan saya pribadi kebetulan ditanggung kantor). Sekarang sudah ada penerbangan langsung dari Manado ke Raja Ampat sudah tersedia.

Sedangkan untuk biaya penerbangan dari Jakarta-Sorong bisa di check di aplikasi sebelah. hehehe seperti judul film saja

Setelah 1,5 jam perjalanan akhirnya mendarat di bandara Domine Eduard OSOK  di Sorong.


Namun sedikit saran untuk yang akan berkunjung via Sorong, sebaiknya pilihlah penerbangan yang sampai di Sorong pagi hari, agar cocok dengan jadwal kapal cepat menuju ibukota kabupaten Raja Ampat.

Begitu saya dan rombongan menginjakan kaki dikota Sorong pada sore hari, dengan berbekal ketidaktahuan tentang destinasi yang dituju, akhirnya mulailah mencari penginapan untuk rehat sejenak dan mencari informasi bagaimana cara ke rajaampat.

Untuk penginapan sendiri itu tergantung budget pembaca, mau bintang berapa.

Setalah bertanya pada Pace, Mace, Om, Tante, kaka dan ade, keesokan harinya kami pun berangkat menuju Pelabuhan Ferry Sorong dan membeli tiket tujuan Waisai. Adapun Harga tiket ferry Ekonomi Rp. 130.000 sedangkan tiket VIP Rp. 220.000, untuk jadwal keberangkatannya. 

HARI
SORONG – WAISAI
WAISAI – SORONG
Senin
9.00 am
2.00 pm
9.00 am
2.00 pm
Selasa
9.00 am
2.00 pm
9.00 am
2.00 pm
Rabu
9.00 am
2.00 pm
9.00 am
2.00 pm
Kamis
9.00 am
2.00 pm
9.00 am
2.00 pm
Jumat
9.00 am
2.00 pm
9.00 am
2.00 pm
Sabtu
9.00 am
2.00 pm
9.00 am
12.00 hari siang
Minggu
9.00 am
2.00 pm
9.00 am
2.00 pm
 
Tinggal dipilih mau ambil jadwal yang mana, setelah diskusi kecil kami memilih jadwal jam 2.00 siang dengan kapal express Bahari, tampilannya kurang lebih begini:



nah dalam perjalanan kurang lebih 2 jam dari sorong ke Waisai (ibukota kab. Raja Ampat) dan masih kebingungan bagaimana cara ke destinasi wisata raja ampat, kami pun mulai bercerita dengan penumpang kapal lain, dan diatas kapan juga bertemu dengan beberapa traveler yang punya tujuan sama, dan beberapa Tour Organizer, kamipun  memutuskan untuk menggunakan salah satu Tour Organizer yang harganya dan target waktu di kira cocok, harga yang ditawarkan kurang lebih Rp.1.900.000 dengan paket 2 hari 1 Malam sudah termasuk makan, air mineral dan perlengkapan snorkling, travel agen yang kami gunakan adalah Jalanjalanrajaampat. Guide yang ramah dan selalu siap dengan kamera mengabadikan setiap moment yang terjadi.

Setelah sampai di waisai, kami melanjutkan perjalanan langsung ke kepulauan Waigeo, sesampainya di salah satu pulau di kepulauan Waigeo, di pulau kecil Mansuar namanya, dan disana lokasi penginapan kami berada:


dengan tampilan penginapan dipinggir pantai;



Cukup lah untuk ditempati 2 orang, sayapun memilih yang menghadap langsung ke pantai, setelah menurunkan barang, langsung bersiap siap untuk melakukan snorkling di spot terdekat




Belum puas bersnorling kami segera siap siap untuk kembali, dikarenakan memang sampai di sana sudah terlalu sore, sesampai nya di penginapan, kami pun sudah disambut dengan hidangan makan malam, namun bagi saya pribadi masih membutuhkan rasa pedas yang lebih, jadi disarankan bagi penikmat pedas, setiap perjalanan pastikan bawa Sambel favoritnya masing-masing ya hehehehe.
Setelah rasa lapar terobati, dan badan sudah diistirahatkan sejenak, kami mencoba menyusuri pantai disekitar dan berakhir didermaga,



Dan kami memutuskan kembali ke penginapaan, istirahat untuk petualangan yang lebih seru esok harinya.
Pagi harinya skitar jam 5.30 waktu setempat saya sudah dibangunkan oleh suara deburan ombak di pantai yang tepat berada dibawah cottage yang saya tempati, seolah mengajak menikmati keindahan pagi.



Setelah selesai sesi foto-foto pagi itu, dilanjutkan sarapan dan bersiap siap untuk spot selanjutnya, sekalian dengan membawa serta semua barang barang, karena dari tujuan terakhir hari itu kami langsung dijadwalkan kembali ke sorong dengan kapal express Bahari jam 02.00 siang waktu setempat.
Spot pertama yang dikunjungi pagi itu adalah dermaga yang pada malam sebelumnya dikunjungi, sembari menunggu speed boat disiapkan kami mengamati pemandangan yang menarik:

*Kasih Makan Hiu (pakai logat Papua)




Kalau saja tidak dikejar waktu, mungkin saya sudah memilih berenang dan snorkling bersama hiu, karena kata Guide hiunya bersahabat dan biasanya banyak wisatan melakukan hal yang serupa.
Next spot yang dituju yaitu, pasir timbul Mansuar, hamparan pasir putih yang muncul dari pertemuan arus laut;



Setelah selesai dari Mansuar, kami pun meneruskan perjalanan ke spot snorkling, Di Kampung wisata Arborek,



Setelah perjalanan lebih kurang 30 Menit, sampailah di kampung wisata Arborek



Ya dikampung wisata ini selain kita menikmati bentangan alam dan pemandangan bawah lautnya yang memukau, bagi teman-teman yang tidak bisa berenang, bisa bercengkrama dengan kearifan penduduk lokal



Bagi yang ingin menikmati pesona bawah lautnya, bisa dinikmati dengan bersnorking, mari siap siap:



Dibawah permukaan laut kurang lebih kita bisa melihat ribuan ikan yang bergerombol, mungkin beberapa foto berikut tidak bisa menggambarkan secara keseluruhan, melihat langsung adalah kepuasan tersendiri dibanding dengan Cuma melihat foto.

Namun sayang, karena keterbatasan waktu tidak sempat melakukan aktivitas menyelam, bisa dibayangkan disekitar permukaan saja tampilannya sudah luarbiasa indah, bagaimana kalau kita bisa menyempatkan untuk melihat jauh lebih dalam.
Waktu 2 jam snorkeling dirasa masih belum cukup, namun kami harus mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan pemandu, untuk menuju spot yang orang orang sebut sebagai ikon nya raja ampat. Ya teping tebing dan bukit bukit kars . Tujuan selanjutnya ke Painemu.
Namun untuk sampai ke puncaknya kita harus sedikit berkeringat, karena dengan cuaca yang cukup terik ditambah lagi harus melewati ratusan anak tangga,


Memang untuk mendapatkan suatu keindahan dibutuhkan sedikit perjuangan dan pengorbanan, setelah sedikit berolahraga dannnnn akhirnya sampailah pada puncaknya




Indah bukan????? Memang indah, inilah alasan mengapa sampai saat ini penulis masih belum tertarik untuk berwisata ke Negara lain, karena Negara kita sendiri masih banyak lokasi indah yang patut dikunjungi dari Sabang sampai Merauke, inilah Rumah Kita, Inilah Indonesia, dan Indonesia ini masih terlalu luas kalau hanya dilihat dari jendela rumah, keluarlah dan kelilingin Negeri kita ini



Tidak cukup lama berada di atas puncak, setelah rekan rekan mengabadikan beberapa moment yang dirasa menarik, kamipun memutuskan untuk turun, selain cuaca panas kami juga dibatasi limit waktu karena kami harus segera bersiap siap untuk ke Waisai untuk melanjutkan perjalanan kembali menuju Kota sorong. Satu rekomendasi lagi ni buat teman teman yang hendak berpergian ke sini, pastikan membawa cukup stok air minum, karena kita akan butuh lebih banyak minum dari pada biasanya.
Hal Selalu yang menjadi masalah utama di setiap liburan dan perjalanan, bagi semua orang yaitu berakhirnya masa liburan tersebut dan kembali kedunia nyata.

untuk total biaya perjalanannya:
tiket pesawat manado sorong (pp): Rp. 1.800.000 "dari Jakarta bisa hitung sendiri"
ferry sorong-waisai (pp) : Rp 260.000
Trevel Agent : Rp 1.900.000
total: Rp. 3.960.000*

*harga belum termasuk oleh-oleh, makanan, cemilan hehehehehe


Satu hal yang patut ditiru oleh masyarakat dan pengunjung daerah lain dari masyarakat Raja Ampat adalah, mereka punya rasa peduli dengan pantai dan laut mereka, di laut dan di pantainya hampir kami tidak menemukan sampah plastik maupun sampah yang lain, dan para guide selalu mengingatkan para pengunjung untuk tidak membuang sampah ke laut, mereka juga tidak menangkap ikan atau biota laut lainnya, agar pesonanya tidak berkurang, jadi tidak heran kalau kita Snorkling atau diving akan menemukan biota laut dalam jumlah yang sangat banyak.


So - Be a 'responsible traveler' and respect for the destinations we visit.

Help sustain the natural and cultural beauty of a destination by leaving it untouch by reducing your use and waste of precious resources such as water, food and energy. 


Special thank to:
IG: @jalanjalan_raja4
FB: @jalanjalanraja4

Sekian
Papua, Agustus 2016
Abrar Analdi.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar