Mari kita mengkaji rantau lebih dalam bersama kami di Blog Ini. Tidak usah sungkan, rantau bisa kita taklukan jika kita bersama.

Surabaya : MERDEKA di Kota Pahlawan

Tidak ada komentar

Terik matahari menyambut kedatangan kami di kota terbesar ke dua di Republik ini. Puluhan penawar jasa tour menyambut dengan tawaran untuk berkeliling menggunakan jasa mereka. Stasiun pasar turi menyambut kami dengan tumpah ruahnya orang-orang yang hilir mudik. Siang itu, terik matahari menyinari kami di pintu kedatangan.  

**** 

Membawa sepeda motor sewaan yang di bandrol Rp.80.000 per hari kami mulai melintasi Surabaya. Tujuan awal kami tentu saja ikon kota pahlawan ini yaitu patung Sura & Buaya yang letaknya memakan waktu 30 menit perjalanan dari stasiun pasar turi.


Begitu ikoniknya patung Sura & Buaya membuat pengunjung tidak henti – hentinya untuk berfoto disana, daripagi hingga malam. Sehingga kami kesulitan untuk mendapatkan foto landscape yang bagus.
****
Terik matahari pun seolah bukan halangan, malahan pengunjung semakin bertambah kawasan ikon kota Surabaya ini. Akhirnya kami yang mengalah. Selanjutnya sebelum memulai perjalanan kami memilih untuk menikmati makan siang.
Pilihan kami jatuh ke Warkop Pinggir jalan, bertepat di daerah sawahan, kota Surabaya. Ada gerobak kaki lima yang tidak lain adalah Warkop. Warkop kaki lima ini berbeda dengan warkop warkop yang pernah saya temui. Disana terdapat makan siang yang beraneka ragam.
Ada pilihan Nasi+Ayam, Nasi+Telur, Nasi+Mie. Dan berbagai macam aneka gorengan. Disempurnakan oleh pilihan minuman yang beraneka ragam. Menariknya, warkop ini selalu ramai dikunjungi, terutama oleh masyarakat kelas menengah kebawah. Akan tetapi, walaupun kaki lima, rasanya tidak kalah hebat dari yang terdapat di restoran mewah sekalipun. 



Berbagai macam menu yang ditawarkan tidak membuat warkop ini memasang tarif yang mahal. Kamipun kaget ketika membayar pesanan kami yaitu hanya sebesar Rp. 19.000.

**** 

Semakin siang, semakin panas. Kami tidak bisa dikalahkan oleh kota ini, kami siap melanjutkan perjalan menuju jembatan penghubung Surabaya dengan Pulau Madura.
Benar, Jembatan Suramadu. Berdiri kokoh siap menyambut kedatangan kami, perjalanan ditempuh sekitar 30 menit dari daerah sawahan. 

Sebelum sampai di jembatan suramadu, kami diberhentikan oleh sebuah gerobak, gerobak ini memiliki kekuatan yang luar biasa ketika panas menerpa. Gerobak es cao.
Cao atau ada yang menyebutnya Cincau Hitam dibuat dari daun cincau (janggelan) kering yang direbus terlebih dulu sampai hancur, lalu ke dalam rebusan tadi ditambahkan Abu Qi (Na OH) atau abu merang. Setelah disaring hingga menghasilkan cairan bening kehitaman kemudian masukkan tepung tapioka. Aduk-aduk hingga merata agar tidak menggumpal lalu dinginkan selama beberapa jam. Selain sebagai pelepas dahaga yang handal, Cao (Cincau) juga sangat bermanfaat mengatasi panas dalam, sembelit, diare, kanker, stroke, penyakit jantung dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Es Cao, Nikmat dengan Harga Murah
Sebagai pelengkap Es Cao, di dalam gerobak ini juga tersedia beraneka makanan ringan, gorengan dan sate jeroan. Per gelasnya es cao dibandrol dengan harga Rp.2500. Cukup murah untuk menghilangkan dahaga di tengah terik kota Surabaya. 

**** 

Akhirnya kami sampai di salah satu jembatan terpanjang di dunia (proses pembuatannya) & merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Terpampang kokoh di hadapan kami, jembatan ini ramai dikunjungi, oleh turis lokal, maupun mancanegara.
Terbukti, banyaknya pedagang kaki lima di sekitar lokasi. Untuk motor, mencoba menyeberangi jembatan ini tidak dikenakan biaya, alias gratis, akan tetapi rambu rambu di larang berfoto di jembatan membuat kami tidak bisa mengabadikan perjalanan dari atas jembatan.


Sayang, ketika malam hari, lampu-lampu di sisi jembatan kurang mempesona, keindahanya berkurang. Menyurutkan niat kami untuk berfoto di malam hari di sisi jembatan ini. 

**** 

Panas semakin menjadi, kami memutuskan untuk kembali ke hotel untuk beristirahat. Dan akan melanjutkan perjalanan pada malam hari, untuk menikmati berbagai macam jenis kuliner di kota ini.
****
Jam sudah menunjukkan 19:00 kami sudah bersiap untuk santap malam di kota pahlawan ini. Tujuan pertama kami adalah Nasi Rawon. Menurut sahabat baik saya (google) nasi rawon yang enak terdapat di jalan embong malang 42 A. Kota Surabaya. Rawon Setan Bu Sup.

Rawon Setan Bu Sup
Menikmati semangkuk soto dan sepiring nasi. Rawon ini tidak membuat kami kesetanan, setelah meng-interview penjualnya kami mendapatkan kesimpulan bahwa penamaan rawon setan ini berdasarkan dulunya, nasi rawon hanya dibuka ketika malam hari hingga subuh.
Semangkok rawon setan ini dibandrol dengan harga Rp. 40.000 cukup kaget bagi anda yang datang kesini dengan membawa uang Rp.20.000.

Mempesonanya Nasi Rawon
Setelah puas dengan rawon setan. Perjalanan mencari kuliner di kota Surabaya masih terus berlanjut. Target kami selanjutnya adalah Lontong Balap. Kuliner khas kota Surabaya yang berisi lontong, taoge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap, dan sambal. Lontong balap terdiri dari lontong yang diiris-iris dan di atas irisan lontong ini ditumpangi irisan tahu dan remasan beberapa lentho (bulatan kecil sebesar ibu jari dan dipencet ini bentuk lentho asli lontong balap, berbeda dengan lentho yang dipakai sekarang), kemudian di atasnya ditumpangi kecambah setengah matang yang porsinya terbanyak dalam hidangan, setelah itu diambilkan kuah secukupnya, sambal dan kecap disesuaikan selera pembeli. Makanan ini dihidangkan dengan pasangannya yaitu, beberapa tusuk sate kerang.

Kesegaran Lontong Balap Pak Gendut
Seporsi lontong balap di bandrol dengan harga cukup murah. Rp.20.000, kenikmatan menyantap makanan ini adalah, ketika sambal ditambahkan ke dalam kuah lontong ini. Kesegaran rasa kuahnya membuat pikiran menjadi segar. 

**** 

Setelah kenyang kami melanjutkan perjalanan ke Jalan Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Genteng. Disana terdapat sebuah monumen, Monkasel istilah orang Surabaya. Monkasel adalah singkatan dari Monumen Kapal Selam.
Terletak di pusat kota, membuat monumen ini mudah untuk dikunjungi. Sebenarnya monument ini adalah Kapal Selam KRI Pasopati 410, unit dari Angkatan Laut Indonesia buatan Rusia pada tahun 1952. Pernah ikut berjuang di Pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda.


Bagaimana kapal selam ini bisa sampai di darat ? Pak Drajat Budiyanto bermimpi diperintahkan KSAL untuk membawa kapal selam ini melayari kali mas. Akhirnya mimpi itu menjadi kenyataan, dia ditugaskan untuk memajang di samping Surabaya Plaza. Dengan cara memotong kapal selam ini menjadi beberapa bagian kemudian diangkut ke darat, dan dirangkai dan disambung kembali menjadi kapal selam yang utuh.
Kami akan menjabarkan cerita lengkap kapal selam ini dalam sebuah artikel khusus. Persembahan untuk pahlawan Angkatan Laut Republik ini. Suatu bentuk penghargaan kami di bulan kemerdekaan ini.
Malam sudah larut. Monkasel sudah bersiap untuk ditutup. Kami memutuskan untuk ke hotel untuk beristirahat menyiapkan kondisi tubuh untuk perjalanan keesokan harinya. 

**** 

Pagi itu Matahari di Surabaya kembali menegaskan sinarnya ke jendela di kamar hotel kami. Menyuruh kami bangun untuk bersiap menjelajahi kembali kota ini.
Keluar dari hotel mulai jam 08:00 kami bersiap mencari sarapan. Kembali meminta bantuan google mencari sarapan enak di kota ini. Pilihan kami jatuh ke Soto Ayam Lamongan Pak Darsono. Berlokasi di Jl. Gembong, Simokerto, Surabaya membuat soto ini mudah untuk dijumpai Karena letaknya dipinggir jalan.

Soto Ayam Pak Darsono
Berada di pinggir jalan tidak membuat rasa sotonya menurun. Dibandrol dengan harga Rp.10.000 per porsi kelezatan soto ini sangat cocok untuk anda yang akan memulai perjalanan di kota ini.

Kelezatan yang Hakiki

Semangkok soto yang menggugah selera telah kami habiskan. Bersiap memulai perjalanan di Surabaya untuk hari kedua.
**** 

Letak soto lamongan ini yang tidak jauh dari Tugu Pahlawan. Membuat kami menentukan pilihan selanjutnya ke Tugu Pahlawan. Memiliki tinggi 41,15 meter dan berbentuk lingga atau paku terbalik. Tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan (Canalures) sebanyak 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas, dan canalures mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945. Suatu tanggal bersejarah, bukan hanya bagi penduduk Kota Surabaya, tetapi juga bagi seluruh Rakyat Indonesia.


Berlokasi di tengah-tengah kota di Jalan Pahlawan Surabaya, dan di dekat Kantor Gubernur Jawa Timur. Tugu Pahlawan merupakan salah satu ikon Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan.
Di bawah tanah lahan Tugu Pahlawan sedalam 7 meter terdapat sebuah museum untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang berjuang di Surabaya, di museum ini juga terdapat foto-foto dokumentasi pembangunan Tugu Pahlawan.
Kamipun mencoba masuk kedalam muse mini, demi merasakan sensasi perjuangan Bung Tomo. Biaya masuknya cukup murah, Bagi Mahasiswa/Siswa hanya cukup memperlihatkan Kartu Mahasiswa tidak akan dipungut biaya, akan tetapi bagi masyarakat umum dikenakan biaya sebesar Rp. 5000,-. Cukup murah bukan ?

Pintu Masuk Museum
Memasuki museum ini membuat merinding, benar-benar tempat wisata bersejarah yang sangat sangat kami rekomendasikan, selain menambah pengetahuan soal sejarah, rasa untuk menghargai jasa para pahlawan akan semakin kuat setelah memasuki museum ini.
Sangat, Sangat, Sangat, Sangat, Sangat, Sangat, Sangat, Sangat, WAJIB untuk anda kunjungi di kota Surabaya.

Add caption

Add caption


Jika anda ke Surabaya jangan lupakan untuk berkunjung ke Tugu dan Musem Pahlawan ini. Sekali lagi dari kami : Sangat, Sangat, Sangat, Sangat, Sangat, Sangat, Sangat, Sangat, WAJIB untuk anda kunjungi di kota Surabaya. 

****
Setelah puas mengenang jasa para pahlawan, mengheningkan cipta, dan menghapus air mata Karena melihat para pejuang di pertempuran 10 November, kami bersiap ke tempat selanjutnya.
Tujuan kami selanjutnya adalah House Of Sampoerna. Ini merupakan sebuah museum yang dimiliki oleh perusahaan rokok yang Berjaya di Republik ini. Sampoerna Tbk.  Terletak di kawasan "Surabaya lama", gedung megah bergaya kolonial Belanda ini dibangun pada tahun 1858 dan sekarang menjadi situs bersejarah yang terus dilestarikan.

Pintu Masuk Museum HOS
Saat ini, gedung ini masih berfungsi sebagai tempat produksi salah satu produk rokok paling bergengsi di Indonesia, Dji Sam Soe. Dalam peringatan ulang tahun ke-90 Sampoerna di tahun 2003, kompleks utama telah susah payah renovasi dan sekarang terbuka untuk umum.

Tembakau Sampoerna

Pengolahan Tembakau

Masuk ke museum ini tidak dikenakan biaya apapun, alias gratis, bagaimana ? enak bukan ? melihat salah satu museum salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia.
 
Museum House of Sampoerna (HOS) menawarkan pengalaman yang benar-benar unik bagi pengunjung. Dari cerita tentang keluarga pendiri sampai melihat dari dekat proses penggulungan rokok yang masih dilakukan secara manual dalam produksi rokok Dji Sam Soe.
Di dalam museum kafe, pengunjung bisa membeli berbagai souvenir yang berkaitan dengan gedung Sampoerna ini, seperti: miniatur peralatan tongkat rokok tradisional, cengkeh, buku dan kemeja.
**** 

Setelah puas dengan melihat 2 museum di kota Surabaya kami memilih untuk bersembunyi dari hiruk pikuknya kota Surabaya.
Tujuan kami adalah hutan bambu kota Surabaya. Berlokasi di Jl. Raya Marina Asri, Keputih, Sukolilo, atau disisi timur kota Surabaya. Hutan bamboo ini ramai dikunjungi masyarakat setempat, dikarenakan sejuknya lokasi ini, membuat orang betah untuk bercerita di tempat ini.

Kesejukan di Hutan Bambu
Hutan Bambu Surabaya
Dari sejarahnya dulu lokasi hutan bambu putih ini adalah tempat pembuangan akhir, namun saat kota Surabaya di pimpin oleh Bu Risma, TPA ini di sulap menjadi hutan bambu yang bagus, dan bisa mendatangkan banyak wisatawan kesini.Saya sangat setuju sekali dengan di ubahnya pembuangan akhir menjadi kawasan konservasi hijau berbagai jenis bambu. Dan ini adalah kebijakan yang sangat bagus bagi lingkungan hidup.

**** 

Demikian perjalanan singkat kami untuk merdeka di kota pahlawan.
Silahkan tinggalkan komentar, untuk kritik dan Saran, atau pertanyaan mengenai perjalanan di Kota Surabaya.

Terima Kasih,
Bujang Rantau Team,
Surabaya, 17 Agustus 2017






Tidak ada komentar :

Posting Komentar