Mari kita mengkaji rantau lebih dalam bersama kami di Blog Ini. Tidak usah sungkan, rantau bisa kita taklukan jika kita bersama.

Yogyakarta : Antara Rindu dan Akhir Untuk Cerita Lama

Tidak ada komentar


Goncangan rel kereta di stasiun kereta api Kiaracondong, Bandung begitu terasa, hingga membuat hati sedikit bergetar. Sedikit mengingat kembali perjalanan kami menembus indahnya kota Sultan Hamengkubuwono X.  Bukan tanpa alasan hati bisa terbawa ikut bergetar, Karena ke Yogya ada rindu yang akan dijemput. 

Bandung malam itu terasa dingin dari biasanya, kami mulai menuju Stasiun Kiaracondong, stasiun untuk kelas ekonomi, memang dari sinilah tujuan ke Yogya dengan biaya murah bisa dicapai, 2013, biaya perjalanan Bandung-Yogya bisa diatasi dengan lima puluh ribu rupiah. 

Kereta sudah mulai berjalan, meninggalkan Bandung untuk sementara waktu bukanlah masalah besar, kami memulai perjalanan dengan kereta malam, ingin merasakan sensasi berbeda di perjalanan kami kali ini. Dengan harapan sampai di Yogya subuh hari. 

Begitulah yang terjadi kelas ekonomi memang sudah seperti yang kami perkirakan, dengan bangku keras, AC yang terlalu dingin, penumpang yang berjalan silih berganti, berhenti di semua stasiun yang ada. Tetap kami teguh tidak mempersulit keadaan, tidak mengeluh, toh namanya juga perjalanan, kalau bukan untuk dinikmati lalu buat apa ? 


Perjalanan masih panjang, masih jauh dari kata sampai. Perut kamipun kerocongan, bekal yang dibawa Cuma roti dan cemilan kecil lainya, tidak menggugah selera kami sedikitpun, apa boleh buat, kita harus mencoba makanan apa yang dijual di kereta ini. Pilihannya tidak terlalu banyak, Hanya mie instan goreng, rebus dan nasi goreng. 

Semula, kami sempat ragu bagaimana masakan yang ada dalam kereta ini. Kami memutuskan mencoba mie goreng, walaupun kita sudah mengetahui rasanya tetapi mie ini terasa nikmat. Mungkin, efek dari semangat liburan. 

****

Sampai di Yogyakarta, melalui stasiun lempuyangan, pada subuh hari. Kami memutuskan untuk menunaikan ibadah subuh dan bersih-bersih sebelum memulai perjalanan kami. Berangkat dari masjid kami bersiap menuju perjalanan pertama kami, yaitu mencoba Trans Yogya yang pada waktu itu begitu favorit dikota ini.

Langkah Awal Menapaki Yogyakarta
Kurang lebih dari 20 menit kami berjalan kaki menuju Halte terdekat, akhirnya kami menemukan halten trans yogya. Kami cukup pagi sampai disana sehingga masih belum ada trans yogya yang melintas. Kembali, kami menunggu kedatangan Trans Yogya yang akan mengantar kami. 

Yogya begitu tenang pagi itu, suara burung-burung pagi begitu indah, mungkin nyanyian pagi mereka, sehingga membuat kami hanyut di ketenangan pagi kota Yogyakarta. Tak begitu lama akhirnya trans yogya yang kami tunggupun akhirnya muncul. 

****
Tujuan awal kami tidak lain adalah Candi Borobudur. Selalu masuk daftar wajib dikunjungi kalau kita ke Yogyakarta. Borobudur adalah salah satu warisan budaya paling terkenal. Bentuk dari pertemuan arsitektur masyarakat budha dan masyarakat jawa.
Kami memulai perjalanan di Borobudur disaat matahari sudah mulai menampakkan diri dengan berani menyambut kami. Pagi itu cukup panas, cukup membuat kami berkeringat memulai perjalanan di candi Borobudur.

Pintu Masuk Candi Borobudur
Terlihat arsitektur yang indah di awal pendakian tangga candi Borobudur, mata kami masih belum puas, pertemuan antara buddha dan jawa sungguh indah, siapa yang tidak tertarik kesini ? memang benar, kalau sempat ke kota Yogya tidaklah lengkap tanpa mengunjungi Candi Borobudur.
Wisatawan begitu ramai, menandakan Borobudur memang tempat favorit di kota ini. Bukan hanya lokal, wisatawan dari luar Indonesia begitu ramai disini. Kenapa bisa demikian ? kita bisa melihat indahnya Yogyakarta dari atas bangunan candi ini. Begitu menawan, cuaca panas-pun bisa kami lupakan dengan pemandangan indah ini.

View dari Ketinggian Borobudur

Turis di antara Stupa Borobudur

Matahari semakin tinggi, cuaca panaspun semakin menjadi jadi, mumpung masih siang, kami bersiap turun, bersiap menuju tempat selanjutnya, masih tempat wisata. Kami bersiap menuju situs purbakala berjarak 3 km disebelah selatan kompleks Candi Prambanan.  

****  

Saran dari masyarakat sekitar, sebaiknya dimulai dengan mengunjungi Kawasan Situs Ratu Boko/Baka sebelum ke prambanan, dikarenakan situs ini ditutup lebih cepat, Karena suatu kondisi dan lain hal. 

Kami memutuskan perjalanan menuju Ratu boko, di awal perjalanan kami, tidak pernah berpikir untuk kesini, Karena awalnya kami memang tidak mengetahui situs ini, atas saran masyarakat sekitar lah kami menuju kawasan ini. 

Dimulai dari pintu masuk kompleks prambanan, perjalanan menuju ratu boko memakan waktu sekitar 15 menit untuk sampai ke lokasi. Kami diantar menggunakan mobil elf yang telah disediakan oleh pihak pengelola. 

Angkuta Menuju Ratu Boko

Ratu boko memang indah, pada waktu kunjungan kami kesana, turis tidaklah terlalu ramai, seperti di Borobudur maupun di prambanan. Sepi dengan keindahan yang luar biasa, ratu boko memiliki keistimewaan sendiri di hati para pengunjungnya.
Pintu Masuk Kawasan Ratu Boko
Melalui pintu masuk yang masih berdiri kokoh, kami siap menyusuri komplek dan keindahan ratu boko, begitu banyak keindahan disana, puing puing candi yang sudah tidak tersusun rapi, masih ada beberapa kawasan candi yang masih kokoh.






Memiliki spot foto terbaik ratu boko sekarang sudah ramai dikunjungi, kami kesana dikala Instagram penggunanya belum serame sekarang, social media masih belum seheboh sekarang, jadi perbedaan ratu boko untuk saat sekarang ini bakalan terlihat jelas.
Meskipun hanya tersisa bongkahan puing-puing, keistimewaan tempat peristirahatan para raja dengan bukit dan pemandangannya yang indah. Kawasan ratu boko cukup wajib dikunjungi jikalau anda ke Candi Prambanan.

****  

Kami kembali ke Candi Prambanan, setelah melihat keindahan kawasan ratu boko. Menikmati candi di kalau senja dengan cuaca yang bersahabat, kesempurnaan kami di hari pertama di Yogyakarta terlengkapi.

Prambanan di kala Senja
Merupakan kompleks Candi Hindu terbesar di Indonesia, candi yang di persembahkan untuk 3 dewa hindu. Candi terindah di Asia Tenggara, memiliki arstektur yang benar benar indah, siapapun pasti tertarik   untuk berkunjung ke candi ini. Sehingga candi ini selalu ramai pengunjung baik lokal maupun, wisatawan luar.


Ramenya Pengunjung di Pintu Masuk Salah satu Candi
Nilai plus candi prambanan adalah dengan adanya museum, pengujung bisa mengetahui sejarah dari pembangunan candi hindu terbesar di Indonesia ini.




Senja mulai menampakkan diri, penghujung hari telah datang, perjalanan kami di hari pertama di Daerah Istimewa kami tutup dengan melihat keindahan prambanan di terpa matahari terbenam. #Indonesiaindah.
**** 
Bersambung, di postingan Selanjutnya 
Bujang Rantau, 
Yogyakarta, September 2013 


Tidak ada komentar :

Posting Komentar