Mari kita mengkaji rantau lebih dalam bersama kami di Blog Ini. Tidak usah sungkan, rantau bisa kita taklukan jika kita bersama.

Sarjana Rantau : Kaya atau Mengabdi

Tidak ada komentar

Kegembiraan di hari wisuda memang menjadi salah satu titik yang ingin ditempuh oleh anak rantau yang memutuskan untuk kuliah di tanah rantau yang mereka tuju. Wisuda menjadi titik balik kekejaman dunia ini mulai muncul, ada langkah-langkah yang akan kamu hadapi salah satunya cari kerja. Akan timbul pertanyaan dimana dan bagaimana ? Mempertimbangkan akan dimana berkerja merupakan PR baru dalam kehidupanmu. 

Eforia Wisuda

Muncul lagi pilihan, memperkaya diri dan pengalaman di rantau  atau pulang untuk mengabdi ke kampung halaman ?

Ingin hati semua para perantau adalah untuk mengabdi kembali ke kampung halaman, tapi apa daya lapangan kerja yang ada tidak sesuai dengan ilmu yang didapatkan sewaktu kuliah, kalaupun ada penghasilan yang di tawarkan juga tidak mencukupi. 

Mendapatkan gelar sarjana di universitas kenamaanpun tidak serta merta membuat kamu mendapatkan jaminan untuk langsung mendapatkan kerja. Memang sulit mulanya eforia wisuda masih terasa, kebangaan universitas masih terasa, yang kamu harus lakukan sebenarnya adalah bangun dan mulai menatap dunia yang akan di hadapi.

Beban Yang Harus di Hadapi

Beban sebenarnya adalah jika tidak langsung mendapatkan pekerjaan, kembali teringat orangtua yang sudah mengeluarkan banyak biaya untuk biaya pendidikanmu semasa kuliah. Siapa yang tidak ingin meringankan beban orang tua ? beban ini semakin terasa apabila kamu masih memiliki adik-adik yang sedang di masa Pendidikan.

Terpontang-panting kesana kemari mencari pekerjaan tidak juga mudah didapatkan, terbersit keinginan untuk menjadi wirausaha. Memang, menjadi pengusaha tidak butuh apa apa selain keinginan dan kreatifitas yang lebih, tidak butuh ijazah. Kenapa tidak pulang saja ? bangun desa kelahiranmu dengan segudang kreatifitas dan ilmu yang kamu miliki di tanah rantau. Tetapi, kamu harus melihat sejauh mana kamu bisa bertahan, apakah usahamu bisa menjamin kehidupanmu tanpa membebani orang tua lagi ? toh, ilmu dan ijazah tidak serta merta membuatmu ahli di usaha tersebut. 

Ilustrasi Wirausaha

Bertahan di Rantau ? Atau Kerja Apa Adanya Demi Calonmu ?

Cinta yang Menunggu
Masalah lain yang di hadapi oleh sarjana rantau yaitu cinta. Selama menempuh Pendidikan mempertahankan hubungan dengan kekasih, melawan berbagai macam rintangan yang datang. Selalu berjanji untuk kembali ke rumah, untuk kembali menjalin hubungan tidak terpisahkan lagi oleh lautan yang luas. 

Berat memang, masalah cinta tidak bisa disepelekan dengan mudah. Dia yang selalu mensupportmu didalam mengerjakan tugas-tugas kuliah, membantu menemanimu dalam menyelesaikan skripsi, walaupun dalam Batasan line telepon. 

Mengabdi di kampung halaman, dan memilih untuk menjadi pegawai honor di instasi pemerintah merupakan hal yang bisa kamu pilih. Demi cinta yang sudah kamu janjikan. Pilihan ini harus kamu ambil hingga mendapatkan sesuatu yang layak.

Kembali Ke Rantau

Jika pilihanmu tetap di rantau demi mewujudkan kehidupan yang layak untuk calonmu kamu bisa mencoba kembali mandiri di kota orang. Bertahan 1-2 Tahun lagi tidaklah terlalu lama, bahkan bisa jadi titik balik untukmu memperlihatkan kamu layak untuk dia. 

Fokus Terhadap Potensi Mu
Hidup di kota orang kamu harus memulai fokus mu, membuat setidaknya beberapa kegiatan zaman kuliah yang penuh hura-hura adalah pilihan tepat. Menambah pengalaman di bidang yang sedang kamu geluti di perusahaan yang memperkerjakanmu, berusaha mengembangkan potensi diri kita, raih prestasi di kantor dengan cara yang masuk akal, tidak usah mempersulit rekan kerja, tidak usah memperlihatkan banyak muka ke pimpinan. 

-------------
Apapun pilihan yang akan dipilih, itu kembali ke masing - masing personal kita. Setiap pilihan ada resiko, setiap sikap ada tanggung jawab, tetap bekerja keras dengan pilihan yang kamu pilih. 
Menyerah di Tanah Rantau bukan Solusimu. 
Tulis Komentarmu, Bersama Taklukkan Rantau.
 
Bandung, September 2017
Alfariqi Analdi
 
 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar