Pesona Indonesia

Menulis Itu Bagus

Post Page Advertisement [Top]



Melihat hasil semi final liga champions Leg 1 kemarin yaitu Liverpool FC (5) vs (2) AS Roma dan FC Bayern Munchen (1) vs (2) Real Madrid CF, sudah bisa kita tebak 2 calon pemuncak pada kompetisi kuping besar ini. Namun, terkadang tebakan itu belum tentu menjadi realita seperti yang kita bayangkan. Kita ambil saja contoh dari babak perempat final liga champions kemarin yang mempertemukan Serigala Italia (AS Roma) menghadapi Raksasa Spanyol (FC Barcelona)

Semua orang beranggapan FC Barcelona lah yang akan melaju ke babak Semifinal. Namun naas, prediksi itu dipatahkan oleh kegigihan Danielle De Rossi cs yang mampu mengembalikan kedudukan papan skor menjadi keunggulan Roma dengan unggul agresifitas goal tandang. Jadi bukan tidak mungkin, AS Roma melakukan hal yang sama di Stadion Olimpico Roma pada hari Kamis (3/5) besok. Begitu juga dengan 2 raksasa eropa ini, Real Madrid dan Bayern Munchen, kesempatan bagi Bayern Munchen untuk melakukan hal yang serupa yaitu comeback sangatlah kecil. Dikarenakan factor tim Los Galacticos sangat tangguh di UEFA Champions League dan terlebih modal back to back liga champions serta gemilangnya performa sang  mega bintang di Liga Champions. Tetapi, semua itu bisa dipatahkan oleh Bayern Munchen dengan kerja keras dan permainan habis-habisan seperti yang dilakukan Juventus di Santiago Bernabeu pada babak perempat final leg ke-2 kemarin. 


Gol Cantik Marcello
 Melihat statistik pertandingan Livepool vs AS Roma, Rabu (25/4) kemarin , dapat kita lihat  21 tendangan dilesatkan oleh Tim asuhan Jurgen Klopp ke gawang Alisson Becker (AS Roma) dan 5 diantaranya berhasil dikonversi menjadi gol oleh Mohamed Salah CS. Tetapi, penguasaan bola dimenangkan tipis  oleh tim tamu dengan 51% ball possession sedangkan The reds memiliki penguasaan 49% ball possession. Begitu juga dengan shooting yang dilesatkan oleh tim yang dijuluki serigala ibukota italia tersebut. Mereka melesatkan 14 kali tendangan ke gawang Liverpool FC, 2 diantaranya juga berhasil dikonversi menjadi gol oleh Edin Dzeko dan Diego Perotti. 
Kita lihat dari segi permainan tandang AS Roma ini, memiliki catatan yang sangat buruk. Namun, di kandang, ia memiliki catatan yang sangat gemilang, dan tidak pernah kebobolan di beberapa laga terakhirnya pada liga champions kemarin. Tetapi kita juga tidak bisa memandang sebelah mata anak asuhan Jurgen Klopp dikarenakan tim mereka lah yang memiliki produktivitas gol terbanyak pada musim ini, mengalahkan Real Madrid dan Paris Saint Germain.Terlebih Mohamed Salah mantan punggawa AS Roma tersebut yang akan siap menjadi predator bagi sang mantan. 
Mohamed Salah, Roberto Firmino dan Sadio Mane atau yang sering dijuluki Trio Firmansah akan memperlihatkan taji mereka. Jadi, AS Roma wajib waspada terhadap trio Firmansah tersebut. Tidak hanya pertahanan yang harus di perkuat oleh asuhan De Fransesco tersebut, melainkan dengan lini serang mereka yang wajib mencetak 3 gol tanpa kebobolan jika ingin melaju ke babak Final Liga Champions. 
Terlebih, mereka diperkuat dengan mitos yang dibuat oleh para pecinta sepak bola. “Bahwa tim yang mengalahkan FC Barcelona selama 2 musim terakhir, selalu melaju ke babak final, seperti halnya dengan  Atletico Madrid dan Juventus”. Namun, itu belum tentu berlaku bagi AS Roma. Kewajiban Edin Dzeko cs mendobrak pertahanan the reds selama 90 menit normal jika ingin mengulangi comeback-nya seperti menghadapi Barcelona kemarin.

Salah Menolak Selebrasi

Lain halnya dengan FC Bayern Munchen vs Real Madrid FC, Kamis (26/4) kemarin, secara mengejutkan  statistic menunjukkan bahwa Bayern Munchen lah yang mendominasi pertandingan tersebut. Bagaimana tidak, Munchen mampu melesatkan 17 tendangan dan menguasai ball possession 61% sedangkan Real Madrid hanya bisa membuat 39% ball possession serta 7 tendangan ke gawang de Bayern dan 2 diantaranya berhasil dikonversi menjadi gol oleh CR7 cs. Memang, harapan Bayern Munchen hanya tipis dikarenakan pengalaman Real Madrid di Liga Champions sangat gemilang, apalagi mereka satu-satunya tim yang bisa melakukan back to back di liga champions ini. 
Namun, kita juga tidak bisa memandang rendah tim sekelas FC Bayern Munchen, mereka pastinya akan tampil habis-habisan seperti yang dilakukan Juventus di Santiago Bernabeu pada Kamis (26/4) kemarin. Anak asuhan Jupp Heynckes tersebut akan tampil habis-habisan jika ingin membuka peluang untuk mengangkat si kuping besar seperti tahun 2012 lalu. 
Ambisi itu akan diperjuangkan sepenuhnya oleh punggawa Bayern Munchen, itu akan menjadi sebuah pr yang berat bagi sang pelatih dikarenakan cederanya Jerome Boateng sang tembok bagi  Bayern Munchen. Apalagi on-fire nya sang mega bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo yang sangat produktif di Liga Champions, yang tercatat sejauh ini mencetak 13 gol dari 17 pertandingan. 
Dengan beberapa faktor tersebut, kemungkinan de Bayern untuk menang, sangatlah kecil dikarenakan performa los galacticos di Liga Champions. Namun, jika Bayern Munchen mampu bermain apik di 90 menit, bukan tak mungkin ia mampu melaju ke babak final UEFA Champions League.
Gol Kimmich
Jadi, dari beberapa fakta diatas dapat kita ambil kesimpulan, kemenangan bagi AS Roma 43% dan 57% kemenangan untuk Liverpool FC. Di sisi lain, kemenangan Real Madrid 88% dan 12% umtuk Bayern Munchen. Tetapi, apakah itu semua akan membuktikan seperti prediksi yang kita jabarkan? Mari kita buktikan saja pada Leg ke 2 UEFA Champions League Rabu (2/5), pukul 01.45 WIB dan Kamis (3/5)  pukul 01.45 WIB.

SALAM OLAHRAGA ! 
Fathurrizqi Aulia 

 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by @kamuniangtbk | About Us | Contact | Disclaimer | Privacy Policy